Selalu ada yang buruk tentang Kangen Band. Album baru? Buruk. Rambut baru? Buruk. Kabar baru? Buruk. Yang terburuk terbaru, kehadiran mereka di acara Bukan Empat Mata (BEM), bikin program talk show andalan Trans7 itu, stop tayang sementara. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menghentikan BEM selama sebulan, mulai 13 Juni sampai 13 Juli 2009.
Alasan resminya, Trans7 belum merealisasikan komitmen untuk memperbaiki tayangan, yang dulu bernama Empat Mata itu. Tapi penyebab utamanya ya gara-gara Doddy, bassis band asal Lampung ini, latah ngomong jorok saat jadi bintang tamu. Ia menyebut kata yang berkonotasi alat kelamin laki-laki.
Pihak Trans7 berkilah ini bukan salah mereka. Itu kan nggak sengaja. Ini kan siaran langsung. Mana bisa disensor? Manajemen Kangen Band ikut nggak enak hati dan langsung minta maaf. Tapi Doddy dan Kangen Band tidak dapat sanksi apa-apa, selain sanksi moral menjadi tidak enak hati pada Trans7.
Terserah siapa yang berani ngaku salah. Tapi Trans7 sebagai pelaksana, ya tetap harus bertanggung jawab pada tayangan ini. Sudah tahu BEM terus diintai KPI, dan sudah tahu Doddy itu latah, kenapa waktu syuting malah sengaja dikaget-kagetkan Tukul Arwana cs? Kok sekarang protes kalau BEM dicekal.
Percaya atau tidak, Kangen Band memang band fenomenal. Di antara band-band baru yang berusaha keras merilis album berkualitas, agar tampil beda demi menarik perhatian, Kangen Band lah juaranya. Tapi mereka bisa begitu terkenal, justru karena begitu buruknya kualitas musik Kangen Band, apalagi kalau live performance (seperti baru belajar main musik, kata Bens Leo). Juga saking tidak pantasnya penampilan para personel menjadi superstar. Itu baru namanya tampil beda. Aren't they phenomenal?
Walau sekarang sudah mejeng pakai jas di cover album, sudah rilis empat album, sudah pernah sepanggung dengan Ungu dan Peterpan, Kangen Band belum juga diakui sebagai band yang patut diperhitungkan. Lagu-lagunya dinilai hanya membawa kemunduran bagi perkembangan musik tanah air. Menghentikan BEM yang juga program fenomenal, melengkapi ketidakbecusan band pelantun Do'i ini.
Tapi jangan salah. Itu sekaligus bisa membuat nasib Kangen Band kian mujur. Digunjingkan, dicacimaki, dikambinghitamkan, dihina, mau diapa lagi? Kangen Band terlanjur tajir; sudah beli BMW dan punya rumah mewah, tanpa ambil KPR 15 tahun seperti saya. Mereka juga tambah terkenal. Dan lagu-lagunya yang kacangan itu, makin dihafal anak kecil se-Indonesia. Ckckck... how lucky u are, Kangen Band.
Alasan resminya, Trans7 belum merealisasikan komitmen untuk memperbaiki tayangan, yang dulu bernama Empat Mata itu. Tapi penyebab utamanya ya gara-gara Doddy, bassis band asal Lampung ini, latah ngomong jorok saat jadi bintang tamu. Ia menyebut kata yang berkonotasi alat kelamin laki-laki.
Pihak Trans7 berkilah ini bukan salah mereka. Itu kan nggak sengaja. Ini kan siaran langsung. Mana bisa disensor? Manajemen Kangen Band ikut nggak enak hati dan langsung minta maaf. Tapi Doddy dan Kangen Band tidak dapat sanksi apa-apa, selain sanksi moral menjadi tidak enak hati pada Trans7.
Terserah siapa yang berani ngaku salah. Tapi Trans7 sebagai pelaksana, ya tetap harus bertanggung jawab pada tayangan ini. Sudah tahu BEM terus diintai KPI, dan sudah tahu Doddy itu latah, kenapa waktu syuting malah sengaja dikaget-kagetkan Tukul Arwana cs? Kok sekarang protes kalau BEM dicekal.
Percaya atau tidak, Kangen Band memang band fenomenal. Di antara band-band baru yang berusaha keras merilis album berkualitas, agar tampil beda demi menarik perhatian, Kangen Band lah juaranya. Tapi mereka bisa begitu terkenal, justru karena begitu buruknya kualitas musik Kangen Band, apalagi kalau live performance (seperti baru belajar main musik, kata Bens Leo). Juga saking tidak pantasnya penampilan para personel menjadi superstar. Itu baru namanya tampil beda. Aren't they phenomenal?
Walau sekarang sudah mejeng pakai jas di cover album, sudah rilis empat album, sudah pernah sepanggung dengan Ungu dan Peterpan, Kangen Band belum juga diakui sebagai band yang patut diperhitungkan. Lagu-lagunya dinilai hanya membawa kemunduran bagi perkembangan musik tanah air. Menghentikan BEM yang juga program fenomenal, melengkapi ketidakbecusan band pelantun Do'i ini.
Tapi jangan salah. Itu sekaligus bisa membuat nasib Kangen Band kian mujur. Digunjingkan, dicacimaki, dikambinghitamkan, dihina, mau diapa lagi? Kangen Band terlanjur tajir; sudah beli BMW dan punya rumah mewah, tanpa ambil KPR 15 tahun seperti saya. Mereka juga tambah terkenal. Dan lagu-lagunya yang kacangan itu, makin dihafal anak kecil se-Indonesia. Ckckck... how lucky u are, Kangen Band.



2 comments:
seru banget ya..gini ni yg gue demen banget baca blog pipit.
Tp kayaknya mulai kalah tuh ama band kuburan, biar namanya asli gak berkualitas sama sekali dan dandanannya agak nyentrik dan nyeremin...tp kualitas suaranya oke juga tuh band kuburan.
salam kenal ya mbak pipit..
nunut mampir hehe..
kenapa ya fenomenal banget? aku kadang suka heran, karena jujur bukan salah satu fans nya. ngga cocok aja ama warna musik nya. Jadi biarlah mereka yg ngefans tetap ngefans ama kangen band, toh selalu ada pasarnya masing2 ya mbak hehe.. lihat saja nanti waktu buktikan kekuatan mereka bertahan di antara kreatifitas baru yg terus bermunculan di belantika musik indonesia skg dan nanti.
Btw, keep writing ya mbak. suka bacanya, maklum tulisan jurnalis kali ya hehe.. lam kenal ajah.. monggo loh mampir balik..=P
Post a Comment