Thursday, May 21, 2009

Sex in the Bathroom

Saya punya kebiasaan buruk.
Tiap pertama kali main ke rumah teman yang sudah nikah, saya perhatikan sudut-sudut rumahnya sambil membayangkan tempat mana saja yang sudah mereka pakai bercinta. Kamar utama, ruang tamu, ruang makan, dapur, bathroom, garasi, teras belakang, ruang keluarga. Sebenarnya saya tidak sedang membayangkan mereka telanjang dan bermesraan di sana. Saya hanya membayangkan posisi apa yang nyaman dipakai di ruangan-ruangan itu, tanpa mengimajinasikan secara detail tubuh mereka. Ini mungkin karena saya sendiri -yang masih numpang di rumah mertua-, iri hanya bisa bercinta di kamar dan bathroom.

Kadang saya nggak bisa nahan diri mengungkapkan rasa penasaran itu lewat lisan. Dan sering kaget karena ternyata banyak pasutri muda, yang tidak menggunakan sudut-sudut rumah mereka secara maksimal.
"Ini kamar anakku, Pit. Yang di sebelah situ kamarku, tempat bercinta sama Budi (bener deh, nama suaminya memang Budi juga)," pamer teman baik (dia bisa gila kalau namanya saya tulis), waktu saya main ke rumahnya pertama kali.
"Di kamar saja?"
Dia tertawa keras, menganggap pertanyaan saya cuma gurauan. Padahal saya serius dan nggak percaya kalau dia dan Budi-nya hanya pernah bercinta di kamar mereka. Tapi beneran, memang itu faktanya.
"Kamar mandi?"
"Hah.. ngawur!"
"Lho, kenapa? Tapi sering mandi bareng kan?"
"Hah.. nggak Pit! Malu sama pembantu!"
Saya bengong. MALU SAMA PEMBANTU? Alasan apa itu? Masa menikah bertahun-tahun belum pernah mandi bareng? Koncoan ae rek.

Ini tahun kelima pernikahan saya dengan Budi. Saya nggak ngitungin sudah berapa ratus kali kami mandi bareng. Itu memang salah satu kegiatan favorit kami sejak dulu, meski kadang benar-benar hanya mandi bareng, tanpa plus plus. Mandi bareng terasa sangat intim, private dan seksi. Terutama untuk kami, yang masih tidur satu kamar lain ranjang dengan anak; yang kadang bahkan harus sangat hati-hati untuk sekedar ingin mengangkat satu kaki.

4 comments:

Simboknya Aria Gaung said...

bentar lagi lak pindah ke rumah baru to. silakan deh... monggoooooooo.... hahahahaha....

Luky said...

penasaran ya pit..gimana rasanya ah eh uh eh oh di sofa ruang tamu. Ambience nya pasti beda dong....mosok diruang tidur terus..

tp aku setuju dg dirimu, sometimes we need another experience dong ya....

Sabar ya ..kan bentar lagi bisa praktek tuh..wakkkkkkkaaakkkk

Jujuk suwandono said...

wah jadi malu aku mbak, hehehe masak harus koncoan kalo cuma di kamar aja.

tapi kelihatannya bagus juga artikel ini hehhehe.

Adhi Widjajanto said...

lho tak pikir wis pindah ke rumah baru...
Btw, aku ga pernah (ralat: jarang banget) mandi bareng bojo. alasannya: kamar mandinya kecil.