Saya sering mengatakan itu pada teman-teman perempuan saya yang lajang. Sebagian memaki saya karena telah menghancurkan semangatnya mencari jodoh ideal. Sebagian lagi membenarkan.
Saya mulai prihatin pada nasib perempuan-perempuan lajang di sekitar saya. Khususnya pada yang ngotot mempertahankan standar harus mendapatkan perjaka tulen sebagai suami. Padahal semua laki-laki menarik yang dia kenal sudah terikat pernikahan. Dan yang makin mengkhawatirkan, tidak semua laki-laki sekarang -yang jumlahnya lebih sedikit dari perempuan itu- masih tertarik pada perempuan. Ryan misalnya (hwa!).
Saya sendiri bukan perempuan yang gampang disukai laki-laki. Buktinya, seumur hidup hanya punya satu pacar yang kemudian menikahi saya, setelah lima tahun pacaran. Dulu saya pernah mengira akan melajang sampai usia 35 tahun. Karena semua laki-laki yang menyukai saya, selalu bukan laki-laki yang saya sukai. Dan semua laki-laki yang saya sukai, juga bukan laki-laki yang menyukai saya.
Saya pernah sampai pada pemikiran, jangan-jangan saya akan mendapatkan laki-laki dari sisa-sisa masa lalu. Laki-laki yang patah hati ditinggal nikah kekasihnya, atau yang frustrasi karena hubungannya dengan pacar terhalang beda agama.
Untungnya, pada tahun 1999 laki-laki baik dan lajang belum selangka sekarang. Bahwa saya baru bertemu Budi setelah berstatus mahasiswi, dan baru merasakan chemistry itu jelang mengerjakan skripsi, pasti semua ada alasannya. Karena saya toh tidak yakin apakah sanggup menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang sesungguhnya memang sangat diinginkan, kalau setahun saja lebih lama menunda pernikahan. Waktu mengetik ini tiba-tiba saya berpikir, mungkin masalah saya waktu itu bukan kelangkaan laki-laki baik dan lajang. Tapi dasar sayanya saja yang masih kurang seksi. Gyahahaha.
Saya meyakini, laki-laki baik memang hanya untuk perempuan baik. Dan laki-laki tidak baik juga akan dipasangkan Tuhan dengan perempuan tidak baik.
* Foto di atas ini teman saya Ella, perempuan lajang yang tidak rikuh membicarakan status lajangnya.


9 comments:
Jeng pipiiiitttt..... aku merasa dejavu dg tulisan ini, kok spt yg pernah kamu dan aku bahs d YM ya,hihiihih. Dan bener kan.... laki-laki baik selalu utk perempuan baik.... sama spt yg kupercaya sekarang.
Thanks jeng diingetin utk tdk kembali merebut suami orang :D :D
percaya aja sama Allah kalau jodoh itu DIA yang ngatur..
itu? foto siapa tuh?
kok nggak disensor mbak? hiihihi
salam kenal
Alhamdulillah ya..aku salah satu yang beruntung dapat laki-laki baik. Padahal aku juga sempat mikir akan melajang sampai usia 35 tahun mungkin. Pacaran sana dan sini nggak jelas, karena beberapa kali pacaran juga laki-lakinya bukan tipe yang serius berkomitmen. Sekarang sih, Alhamdulillah banget. Punya suami yang mau menerima segala kekurangan dan kelebihanku (banyakan kurangnya, hihi...hihi)
hi pipit, salam kenal. saya senang baca postingan-mu.
setuju, laki-laki baik selalu untuk perempuan baik. Saya akhirnya tahu bahwa hal itu sudah ada di Qur'an. Atau Hadits ya?
jadi, jangan pernah merebut pasangan orang. toh yang merebut atau direbutkan, dua2nya hanya akan bikin pihak lain sakit hati. dan menyakiti hati orang lain itu tidak baik.
Neng,
Tidak sedikit wanita baik2 masih ada tersedia buat Laki-laki baik-baik, dan sebaliknya (vice versa)..
Tidak sedikit mereka yang baik berubah menjadi kurang baik karena kurangnya pegangan (iman & takwa)
Tidak sedikit juga yang kurang baik itu kemudian menjadi baik karena bersanding dengan mereka yang baik-baik..
Semoga kita semua yang baik-baik bisa terus menjadi baik-0baik sampe ajal matinya.. dan yang kurang baik kemudian bisa jadi baik dan menjaga kembaikannya hingga akhir hayat.
Jangan pernah berhenti menasihati mereka yang kurang baik agar bisa menjadi baik.. sebab norma (agama) adalah nasehat.. Seneng udh bisa mampir lagi kesini, salam hangat dari afrika barat!
lam knal ya...fotonya artistik buanged deh
Saya juga pnya keyakinan sperti mbak...
moga saya bisa jadi co yg baek supaya dapet ce yg baek pula......
amin........
http://triubaya.blogspot.com
pipiiiiiiiiit....aku suka sudut pandangmu "wanita pilihan". setuju..... laki laki yang baik hanya untuk perempuan yang baik.
Post a Comment