Penyakit Tangan Lembeng
Mengelus. Meremas. Mengocok. Semua dilarang. Memeras, menyetir, mengetik, mencuci, menyisir, menyapu, mengangkat juga. Semuanya jangan. Kalau dilanggar, tidak akan pernah sembuh.
Dokter menyebutnya carpal tunnel syndrome. Dan saya menerjemahkannya sebagai penyakit tangan lembeng. Bayangin, ya? Apa-apa nggak boleh. Terutama nyetir, nyuci, nyapu. Enaknya tanganku. Itu baru kata Achmad Fauzi, dokter yang dulu menangani saya pas geger otak gara-gara tabrakan gak jelas. Hafid Bajamal, dokter yang mengobati saya sekarang, lebih baik hati lagi. "Belikan dia mobil," saran Bajamal ke Budi, yang menemani saya berobat, sepulang kerja hampir jam 24.00.
Penyakit ini sebenarnya tidak menyakitkan. Tapi sangat mengganggu. Saya selalu berhenti di tengah perjalanan, hanya untuk menenangkan tangan yang kesemutan sampai mati rasa dan tidak bisa digerakkan untuk menggengam. Kata Bajamal, sebelumnya dia pernah menangani seorang pasien dengan penyakit yang sama. Seorang penjual rujak cingur. Syaraf tangannya terjepit gara-gara ngulek bumbu tiap hari.
Bajamal meminta saya melakukan pemeriksaan -saya lupa namanya apa- ke seorang profesor yang bayarannya mahal bener. Jari-jari dan telapak tangan saya ditusuki semacam jarum lalu disetrum. Hasil tesnya mengatakan, saya positif kena CTS. Harus operasi. Atau jangan nyetir lagi, kalau takut operasi.
Saya tidak pilih dua-duanya.
Sunday, June 08, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


4 comments:
penyebabnya karna apa mbak? tangan saya juga suka kesemutan sih.. jadi cemas nih
Udah coba minum neurobion tablet putih belum mbak?
Terus sekarang jadinya, tanganmu diapain dong?
Masih naik motor? Coba pegangan setang motor ditambahi karet busa agar lebih empuk dan besar. Temanku pas SMA juga gitu.
cpt sembuh ya, lagi banyak orang sakit neh.
Post a Comment