Mission Impossible
Saya kok mulai frustrasi memakai lingerie mewah ini. Bukan karena harga selembarnya hampir setara dengan sekaleng susu Ajeng. Tapi karena hasilnya tak kunjung kelihatan.
Saya jatuh cinta sejak pertama melihat. Transparan. Tipis dan lembut. Yang terpenting, lembar belakangnya tidak bergaris pinggir. Jadi, kalau dipakai dengan celana panjang yang bahannya lembut dan tipis pun, garis pinggir lingerie tidak akan terlihat. Dengan begitu (ini tujuan utama saya), orang akan mengira saya tidak pakai apa-apa di balik celana panjang.
Tapi sampai sekarang, setelah hampir setengah tahun memakai, kenapa sih tidak pernah ada orang yang bertanya: "Kamu nggak pakai CD kah, Pit?" Huh. Misi gagal.
Monday, March 03, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)


6 comments:
coba aku liat mbak..:P
gak nanya karena percaya kok, kamu pasti selalu pakai, hiihihih (eh bisa gak kirim gambarnya, hihi) ;)
Hehe, nanti kalau beneran ada yang nanya kaya' gitu, malah digaplok pake sendal lagi, huehehe :P
Masalahnya nanya begituan kan gak sopan. Atau belum nanya udah dipelototin duluan kali?...hmm suami jg gak nanya?...hihihiih :P
paling yang mau nanya juga takut piet sama mas Budi. aku selalu senyum-senyum kalo baca blog ini, ceritanya pasti lucu dan nakal...
apa kabar bunda ajeng?
salam kenal, saya tertawa terbahak-2 membaca mission impossible anda :D
Post a Comment