Friday, December 16, 2005

Wishing Lang Ling Lung is Alive

Coba kalo Lang Ling Lung betul-betul ada, saya siap nyarter mesin waktu temuannya dengan harga berapa pun yang dia minta. Kalo bisa, saya ingin kembali ke September 2003, di poolside Sahid Bali Seaside Hotel, waktu pertama kali ketemu orang yang sekarang lagi bikin saya fall ridiculously head over heels completely in love.

Saya janji akan bersikap baik, ramah, tertib, dan beradab. Saya pasti ngajakin dia ngobrol sambil menyanderanya selama mungkin (ternyata niat busuk susah dibuang begitu saja ;D). Saya janji nggak akan bertanya yang porno-porno (ya iyalah.. huh!). Nggak seperti waktu pertama kali ketemu dulu itu. Saya sombong-sombong sendiri. Sama sekali nggak tertarik dengan dia. Saya anggap bicara sama dia hanya buang waktu, masih banyak orang yang lebih perlu diburu. Lagian nggak ada hal penting yang perlu saya tanyain ke dia. Waktu itu saya malah lebih bernapsu bicara sama Iwan, yang makin tua menurut saya kok makin seksi dan menarik.

Saya juga ingiiiiiiiiin merevisi pertemuan kedua dengan dia di Pulau Serangan. Saya ingat betul, saya lagi sama anak-anak SID waktu dia masuk ke tenda full AC tempat kita berkumpul. Tapi lagi-lagi saya dan yang lain masih nganggap dia bukan siapa-siapa. Dia dan lima temannya pun hanya berdiri kikuk sambil mendinginkan badan mereka yang basah penuh keringat.

Pertemuan ketiga nggak lebih baik. Di Mandarin Oriental Hotel Majapahit Surabaya, saya malah sibuk membasmi semua makanan di meja. Dia sendiri juga aktif mengisi perut dengan camilan. Tapi menegur pun saya malas. Saya cuma ngeliatin dari jauh waktu ada teman mendekati dia. Uhm. Ternyata dia ramah sekali meladeni teman saya. Tapi itu tetap nggak bikin saya berminat gabung untuk ngobrol.

Kami terakhir ketemu di Bumi Marinir Gedangan belum lama ini. Saya datang pas sebelum dia naik panggung. Malah saya hampir nyasar ke tenda artis tempat dia dan lima temannya berkumpul. Dan malam itu saya menggila menyaksikan betapa dia adalah anugerah Tuhan yang sangat mempesona. Begitu menggiurkan sampe bikin saya terkaing-kaing dalam hati. Ariel, oh Ariel...


0 comments: