Teman tapi Ciuman
"Kenapa bukan saya saja orang yang kamu cintai?"
Saya pernah bertanya begitu pada dia. Tapi dalam hati. Dulu saya sempat menyesal kenapa pertanyaan itu tidak pernah benar-benar sampai ke telinga dia, sekarang tidak lagi. Saya tahu apa jawaban dia. Saya pacarnya Budi.
Jadi saya harus puas dengan hubungan yang sebatas teman. Walau cemburunya selalu menggebu dan pedulinya pada saya sering membuat dia menangis sendiri. Itu dulu, tidak ada gunanya diungkit lagi. Saya sudah punya Ajeng.
Jadi ya sudahlah. Saya akan kirim semua cerita tentang dia ke recycle bin-ku. Tapi selamanya saya tidak akan lupa. Karena dia satu-satunya teman yang pernah berciuman dengan saya.
"Kenapa bukan saya saja orang yang kamu cintai?"
Saya pernah bertanya begitu pada dia. Tapi dalam hati. Dulu saya sempat menyesal kenapa pertanyaan itu tidak pernah benar-benar sampai ke telinga dia, sekarang tidak lagi. Saya tahu apa jawaban dia. Saya pacarnya Budi.
Jadi saya harus puas dengan hubungan yang sebatas teman. Walau cemburunya selalu menggebu dan pedulinya pada saya sering membuat dia menangis sendiri. Itu dulu, tidak ada gunanya diungkit lagi. Saya sudah punya Ajeng.
Jadi ya sudahlah. Saya akan kirim semua cerita tentang dia ke recycle bin-ku. Tapi selamanya saya tidak akan lupa. Karena dia satu-satunya teman yang pernah berciuman dengan saya.


0 comments:
Post a Comment