Masturbasilah, Dewi Perssik
Banyak artis kawin cerai. Tapi hanya ada satu yang bikin saya jadi horny tiap dia (ketahuan) kawin lalu (ketahuan) cerai lalu kawin lagi lalu cerai lagi lalu lagi-lagi kawin lalu lagi-lagi cerai. Publik kenal dia bukan karena suaranya merdu. Tapi berkat goyangan heboh jungkir balik yang ia namai goyang gergaji. Ada juga yang recognize dia setelah nonton adegan-adegan seksnya di film-film porno berbumbu horor, atau nonton rekaman video saat kembennya melorot saking terlalu heboh joget di panggung. Saya sendiri ngeh pada Dewi Perssik karena dadanya besar.
Saya ketemu dia di Hotel Hilton (sekarang Singgasana) Surabaya, sebelum DP manggung di sebuah acara SCTV, empat tahun lalu. Itu wawancara pertama dan saya tidak berharap bakal dapat tugas melakukannya lagi. Kesan pertama saya setelah hampir satu jam ngobrol: kampungan. Eh, bukan. K-A-M-P-U-N-G-A-N. Saya kira, dia begitu karena hari itu dia masih pendatang baru. Dangdut pula. Saya tidak bayangkan dia ternyata masih tetap seperti itu setelah terkenal dan honor aktingnya merupakan yang tertinggi yang pernah dikeluarkan rumah produksi Maxima Pictures. Andi Soraya, perempuan cantik yang bertahun-tahun kumpul kebo dengan Steve Emmanuel sampai punya anak dari Steve, malah tidak kuat menahan jijik waktu dikabarkan cemburu pada kedekatan DP-Steve. "Apanya yang mau dicemburuin? Hitam, pendek, dekil, uneducated begitu..." kata Aya to the point.
Tiga kali nikah diam-diam dan dua kali cerai ribut-ribut, DP jelas artis yang paling dicintai infotainment. Pikirannya pendek, ngomongnya dangkal. Kalau diwawancara, bicara berapi-api dan berpotensi menyulut konflik. Jangan heran kalau dia bermasalah dengan hampir semua orang yang dulu dia pekerjakan; mantan anunya, mantan itunya, yang kemudian menuntut pertanggung jawaban mulut Dewi ke pengadilan (walau kemudian kalah dalam kasus pencemaran nama baik itu). Peramal Mama Laurent saja sampai tidak berani komentar tentang DP. Bukan karena takut nanti dilabrak. Tapi saking ngerinya membaca masa depan DP yang mungkin begitu horor dalam penglihatan Mama Laurent. "Saya hanya berpesan supaya dia bisa lebih mengontrol emosi," kata Mama Laurent. Muda (24 tahun), bahenol, libido tinggi, bodoh; DP sosok narasumber sempurna untuk infotainment yang bekerja berdasar konsep bad news is a good news.
Nikah
pertama kali dengan Saipul Jamil waktu DP masih 20 tahun, ijab kabul berlangsung darurat di meja makan rumah orang tuanya di kampung, Mei 2005. Niat menyembunyikan status sebagai istri orang berantakan, lantaran DP kepleset lidah membongkar sendiri rahasia itu. Dia menyebut ibunda Ipul sebagai ibu mertua, dalam sebuah acara musik yang ditayangkan live oleh TV swasta. Bersama Ipul, DP rasakan malunya digugat cerai setiap tahun; 2006 dan 2007. Padahal, sebelumnya, mereka sering mengumbar cerita hot tentang kegemaran tidur tanpa busana dan bercinta seharian. Ipul malah berani mengatakan DP maniak dan binal di ranjang. Hiy.
Pernikahan kedua DP dengan Aldiansyah Taher tidak kalah kacaunya. Menikah siri diam-diam Juli 2008, Aldi selalu menalak cerai DP tiap mereka bertengkar. Mungkin DP termasuk yang meyakini bahwa kata cerai itu baru sah, jika diucapkan dalam keadaan tenang dan sadar, bukan saat emosi. Karena buktinya, berkali-kali ditalak, berkali-kali juga mereka kemudian rujuk begitu saja. Di salah satu kondisi saat ditalak, DP diam-diam menikah siri dengan Fery Yusuf Mansur, laki-laki Indonesia yang bekerja di Jerman, yang ia kenal lewat chatting. Tidak sampai sebulan, mereka cerai dan DP kembali ke Aldi. Kembali begitu saja seperti kalau orang pacaran yang putus trus nyambung lagi. Tanpa ijab kabul kembali. Well...
Lahir dan besar di Jember, DP bangga menilai dirinya sebagai perempuan yang selalu bertindak berdasar ajaran agama. Dia berhasil mempertahankan keperawanan sampai malam pertama. Dia juga tidak mau disentuh sebelum menikah. Katanya, tentu saja, dia tidak mau melakukan dosa zina. Itu juga alasan utama dia menikah siri dengan Aldi, lalu Farid. Terakhir yang ia banggakan sebagai wujud usahanya menjadi istri saleha adalah: "Meski ditalak, saya tetap memenuhi kebutuhan (biologis) Aldi kalau dia datang dan minta (ya seks, ya rujuk)."
Orang mungkin terkagum-kagum dengan ketegasan DP yang tidak mau dimacam-macami laki-laki, sebelum hubungan mereka sah sebagai pasutri. Tapi saya tidak. Apakah pernikahan hanya tentang berhubungan badan? Apakah menikah adalah satu-satunya solusi untuk menghindari zina? Kalau pacaran dan tidak mau melakukan dosa, ya jangan berdua-duaan di apartemen sepanjang hari. Setan mana yang tidak akan mendekat? Nikah tentu solusi terbaik untuk pasangan yang sudah siap mental berumah tangga sekaligus kebelet begituan; bukan untuk perempuan jablai alias jarang dibelai yang ingin sekali ngeseks tapi takut masuk neraka.
Daripada asal menikah sekedar untuk bisa melampiaskan nafsumu bercinta, masturbasi sajalah DP. Tidak tahu caranya? Ckckck... Belajar dong pada ahlinya, mumpung Miyabi (konon) akan (tetap) datang ke Jakarta.
Banyak artis kawin cerai. Tapi hanya ada satu yang bikin saya jadi horny tiap dia (ketahuan) kawin lalu (ketahuan) cerai lalu kawin lagi lalu cerai lagi lalu lagi-lagi kawin lalu lagi-lagi cerai. Publik kenal dia bukan karena suaranya merdu. Tapi berkat goyangan heboh jungkir balik yang ia namai goyang gergaji. Ada juga yang recognize dia setelah nonton adegan-adegan seksnya di film-film porno berbumbu horor, atau nonton rekaman video saat kembennya melorot saking terlalu heboh joget di panggung. Saya sendiri ngeh pada Dewi Perssik karena dadanya besar.
Saya ketemu dia di Hotel Hilton (sekarang Singgasana) Surabaya, sebelum DP manggung di sebuah acara SCTV, empat tahun lalu. Itu wawancara pertama dan saya tidak berharap bakal dapat tugas melakukannya lagi. Kesan pertama saya setelah hampir satu jam ngobrol: kampungan. Eh, bukan. K-A-M-P-U-N-G-A-N. Saya kira, dia begitu karena hari itu dia masih pendatang baru. Dangdut pula. Saya tidak bayangkan dia ternyata masih tetap seperti itu setelah terkenal dan honor aktingnya merupakan yang tertinggi yang pernah dikeluarkan rumah produksi Maxima Pictures. Andi Soraya, perempuan cantik yang bertahun-tahun kumpul kebo dengan Steve Emmanuel sampai punya anak dari Steve, malah tidak kuat menahan jijik waktu dikabarkan cemburu pada kedekatan DP-Steve. "Apanya yang mau dicemburuin? Hitam, pendek, dekil, uneducated begitu..." kata Aya to the point.
Tiga kali nikah diam-diam dan dua kali cerai ribut-ribut, DP jelas artis yang paling dicintai infotainment. Pikirannya pendek, ngomongnya dangkal. Kalau diwawancara, bicara berapi-api dan berpotensi menyulut konflik. Jangan heran kalau dia bermasalah dengan hampir semua orang yang dulu dia pekerjakan; mantan anunya, mantan itunya, yang kemudian menuntut pertanggung jawaban mulut Dewi ke pengadilan (walau kemudian kalah dalam kasus pencemaran nama baik itu). Peramal Mama Laurent saja sampai tidak berani komentar tentang DP. Bukan karena takut nanti dilabrak. Tapi saking ngerinya membaca masa depan DP yang mungkin begitu horor dalam penglihatan Mama Laurent. "Saya hanya berpesan supaya dia bisa lebih mengontrol emosi," kata Mama Laurent. Muda (24 tahun), bahenol, libido tinggi, bodoh; DP sosok narasumber sempurna untuk infotainment yang bekerja berdasar konsep bad news is a good news.
Nikah
pertama kali dengan Saipul Jamil waktu DP masih 20 tahun, ijab kabul berlangsung darurat di meja makan rumah orang tuanya di kampung, Mei 2005. Niat menyembunyikan status sebagai istri orang berantakan, lantaran DP kepleset lidah membongkar sendiri rahasia itu. Dia menyebut ibunda Ipul sebagai ibu mertua, dalam sebuah acara musik yang ditayangkan live oleh TV swasta. Bersama Ipul, DP rasakan malunya digugat cerai setiap tahun; 2006 dan 2007. Padahal, sebelumnya, mereka sering mengumbar cerita hot tentang kegemaran tidur tanpa busana dan bercinta seharian. Ipul malah berani mengatakan DP maniak dan binal di ranjang. Hiy.
Pernikahan kedua DP dengan Aldiansyah Taher tidak kalah kacaunya. Menikah siri diam-diam Juli 2008, Aldi selalu menalak cerai DP tiap mereka bertengkar. Mungkin DP termasuk yang meyakini bahwa kata cerai itu baru sah, jika diucapkan dalam keadaan tenang dan sadar, bukan saat emosi. Karena buktinya, berkali-kali ditalak, berkali-kali juga mereka kemudian rujuk begitu saja. Di salah satu kondisi saat ditalak, DP diam-diam menikah siri dengan Fery Yusuf Mansur, laki-laki Indonesia yang bekerja di Jerman, yang ia kenal lewat chatting. Tidak sampai sebulan, mereka cerai dan DP kembali ke Aldi. Kembali begitu saja seperti kalau orang pacaran yang putus trus nyambung lagi. Tanpa ijab kabul kembali. Well...
Lahir dan besar di Jember, DP bangga menilai dirinya sebagai perempuan yang selalu bertindak berdasar ajaran agama. Dia berhasil mempertahankan keperawanan sampai malam pertama. Dia juga tidak mau disentuh sebelum menikah. Katanya, tentu saja, dia tidak mau melakukan dosa zina. Itu juga alasan utama dia menikah siri dengan Aldi, lalu Farid. Terakhir yang ia banggakan sebagai wujud usahanya menjadi istri saleha adalah: "Meski ditalak, saya tetap memenuhi kebutuhan (biologis) Aldi kalau dia datang dan minta (ya seks, ya rujuk)."
Orang mungkin terkagum-kagum dengan ketegasan DP yang tidak mau dimacam-macami laki-laki, sebelum hubungan mereka sah sebagai pasutri. Tapi saya tidak. Apakah pernikahan hanya tentang berhubungan badan? Apakah menikah adalah satu-satunya solusi untuk menghindari zina? Kalau pacaran dan tidak mau melakukan dosa, ya jangan berdua-duaan di apartemen sepanjang hari. Setan mana yang tidak akan mendekat? Nikah tentu solusi terbaik untuk pasangan yang sudah siap mental berumah tangga sekaligus kebelet begituan; bukan untuk perempuan jablai alias jarang dibelai yang ingin sekali ngeseks tapi takut masuk neraka.
Daripada asal menikah sekedar untuk bisa melampiaskan nafsumu bercinta, masturbasi sajalah DP. Tidak tahu caranya? Ckckck... Belajar dong pada ahlinya, mumpung Miyabi (konon) akan (tetap) datang ke Jakarta.

